Sabtu, 17 Januari 2015


Resensi Novel Pulau Hantu (Ghost Island)


Judul Buku            : Pulau Hantu (Ghost Island)

Penulis                   : Setyawan Barrie

Penerbit                 : Gagas Media

Tahun Terbit          : 2008

Tebal                      : 152 halaman; 
Ukura                     :11,5 x 19 cm

Kategori                : Novel Horor
Ada dua pemuda yang terjebak di pulau yang berhantu dan penuh misteri yaitu Pulau Madara. Dua pemuda tersebut bernama Dante dan Nero. Mereka behasil selamat dari teror Pulau Madara. Yang sebelumnya mereka berdelapan datang ke pulau itu, namun teman-teman yang lainnya itu tewas dengan mengenaskan dan mengerikan.

Saat Dante sedang berusaha memikirkan jalan keluar dari Pulau terkutuk itu, datang rombongan  anak muda. Mereka akan mengadakan pesta untuk perayaan pernikahan teman mereka.

Dante dan Nero berusaha meyakinkan mereka bahwa pulau itu terlalu bahaya. Pulau Madara menyimpan kutuk dan dendam yang akan terpuaskan.

Namu tidak ada yang percaya, hingga satu demi satu kejadian mengerikan mulai menimpa rombongan itu. Dante dan Nero berusaha untuk menyelamatkan rombongan tersebut, namun mereka masih enggan karena dua ratus undangan akan datang ke Pulau itu untuk ikut pesta.

Maka terjadilah tragedi berdarah di Pulau itu. Sementara Dante dan Nero berusaha untuk keluar dari keramaian pesta dan keganasan dari Pulau Hantu tersebut. Cerita selanjutnya dante dan nero masih tanda tanya, “akankah dante dan nero berhasil lolos dari Pulau Madara?”. 
 kelebihan : 
Novel ini bagus karena memiliki alur maju kemudian mundur lalu maju lagi, atau campuran yang menggambarkan keadaan dan situasi di sebuah pulau yang penuh dengan kutuk dan dendam, dimana dante dan nero terjebak di pulau tersebut.
Novel ini memiliki unsur fiktif, karena menceritakan suatu tempat yang tidak jelas adanya, dan memang tidak ada, dapat dikatakan pula dengan mistik. 
 Novel ini memiliki unsur fiktif, karena menceritakan suatu tempat yang tidak jelas adanya, dan memang tidak ada, dapat dikatakan pula dengan mistik.

kelemahan :
Dalam novel ini menggunakan bahasa yang tinggi dan sulit dimengerti dengan mudah, seperti "anak ayam mati lagi" dalam awal bab sebagai ungkapan bahwa akan ada yang meninggal lagi.
Ukuran buku terlalu kecil begitu pula dengan font yang di gunakan


Menurut saya buku ini bagus unuk dibaca karena akan melatih otak untuk memahami bahasa yang digunakan dalam buku tersebut, ceritanya pun sangat menarik. dimana permasalahan tidak pernah ada ujungnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar